Menampilkan citra satelit dalam 3-dimensi bias dilakukan dengan mengkombinasikannya dengan data ketinggian. Dalam posting ini dicontohkan bagaimana data citra landsat ditampilkan dalam 3D dengan menggunakan data SRTM menggunakan ArcScene (ArcGIS 10). More »

Setelah mencoba membuat fitur point sebagai bahan praktek yang paling sederhana dalam membuat fitur 3D dalam ArcGIS, pada tutorial kali ini kita coba membuat fitur yang sedikit lebih rumit, yaitu membuat bangun limas menggunakan fitur polygon. Ada baiknya baca dulu tutorial Membuat Shapefile 3D di ArcGIS 10 – Part01.

  1. Buka ArcMap, siapkan data referensi (jika perlu).
  2. Pada jendela Catalog, buat file baru bertipe polygon dengan opsi seperti pada gambar berikut

  3. Tambahkan layer tersebut ke TOC
  4. Set layer tersebut dalam posisi teredit
  5. Buat Rectangle dengan ukuran Length 50m dan Width 25m. Saat editing lakukan Klik-kanan untuk menampilkan opsi ukuran tersebut. Ukuran bisa dibuat sendiri tergantung selera.

  6. Cut Rectangle pada tengah-tengah. Lakukan Klik-kanan > Snap to Feature > Midpoing untuk snap ke tengah-tengah sisi rectangle.

  7. Lanjutkan operasi Cut Polygon sehingga membentuk polygon seperti berikut

  8. Klik-ganda pada salah satu polygon, Klik pada Skects Properties

    Edit salah nilai Z vertex (paling kanan-tengah) dan isikan angka ketinggian 10 (m)

  9. Lakukan langkah yang sama pada sisa 3 (tiga) polygon

  10. Stop dan simpan editing, coba cek dengan menggunakan ArcScene file

Bentuk limas seperti hasil latihan kali ini bisa digunakan untuk membuat atap bangunan , tenda, dsb.

Part1, Part2, Part3, part4, part5

Trayek ukur adalah rute yang dibuat dalam segmen-segmen pengukuran yang biasanya dilakukan dengan menggunakan alat ukura terestris seperti kompas/tali, T0 atau TS. Dalam pengukuran mikro yang menuntuk akurasi tinggi, seperti pengukuran bidang lahan, alat ukur terestris lebih baik digunakan daripada GPS. Berikut adalah contoh bagaimana ArcGIS dan MS Excel bisa digunakan untuk membuat Trayek Ukur tersebut. More »

Data spasial dilengkapi dengan informasi non spasial yang biasanya disimpan dalam attribute atau juga metadata. Atribute berbentuk tabel yang terdiri dari kolom dan baris yang mirip spreadsheet, seperti MS Excel. Terkadang, melakukan analisa terhadap data atribut tersebut akan lebih mudah dilakukan di perangkat lunak MS Excel daripada di perangkat lunak GIS itu sendiri. Hal ini mungkin dikarenakan kebanyakan kita sudah terlanjur lebih familiar melakukan analisa tabel di MS Excel. Tutorial ini mencoba memberikan gambaran bagaimana mengekspor data atribute ke MS Excel. More »

Pada tutorial ini kita membahas bagaimana membuat prediksi nilai kedalaman air tanah dengan menggunakan pengamatan kedalaman air tanah pada sumur-sumur yang tersebur cukup merata. Selanjutnya, kita coba menganalisa apakah nilai-nilai kedalaman air tanah tersebut ada korelasinya dengan parameter spasial lain, yakni keberadaan sungai dan pemukiman? Di dalam tutorial ini kita menggunakan analisa geostatistik (spline) untuk interpolasi 2D, Analisis Spasial untuk perhitungan jarak lurus dan transfer atribut dari GRID ke point, serta contoh tampilan analisa statistik di MS Excel. More »