Excel: Membuat Laporan dengan Pivot

Membuat Laporan hasil analisa GIS bisa dilakukan dengan perangkat lunak khusus pembuat report, seperti Crystal Report. Namun, perangkat lunak pelengkap software GIS ini sering sulit digunakan karena tidak familiar. Alternatifnya adalah menggunakan perangkat lunak yang hampir pasti selalu dipelajari saat pertama kali belajar komputer; MS Excel. Tutorial berikut mencoba mengupas secara singkat bagaimana MS Excel kita gunakan untuk membuat Laporan atau Summary Tabel hasil analisa GIS.

Contoh Kasus:

Terdapat data (1) Kawasan Hutan dan (2) Kabupaten yang keduanya berupa Polygon. Kita diminta untuk menyajikan data Luas Kawasan Hutan per Kabupaten di suatu Provinsi. Bagaimana melakukannya

1. Lakukan geoprocessing (intersect) antara dua polygon tersebut. Kita asumsikan bahwa kedua polygon tersebut tepat saling overlay karena akan mempengaruhi jumlah total luas. Intersect hanya menghasilkan polygon baru yang ada di semua polygon input. Skema intersect seperti gambar di bawah berikut ini.

Catatan: Intersect bisa dilakukan terhadap banyak polygon tergantung tujuan analisa. Misal kita menggunakan data Kecamatan, data kelas lereng, dan lain-lain,

 

2. Lakukan penghitungan luas terhadap hasil intersect untuk meyakinkan luasan yang ada pada polygon baru adalah fresh bukan luasan bawaan polygon input

 

3. Export tabel attribute ke MS-Excel. Terdapat beberapa tool dalam perangkat lunak GIS yang bisa digunakan untuk mengekspor tabel ke MS-Excel. Alternatif lainnya, jika data atribut berupa file DBF, bisa langsung dibuka dengan MS-Excel. Pilih kolom yang diperlukan saja seperti gambar di bawah ini.

 

4. Jalankan tool Pivot. Tool ini tergantung versi MS-Excel yang digunakan. Mungkin ada di menu Data atau Insert (seperti gambar di bawah ini)

 

5. Pilih data (range) dan tempat menyimpan pivot. Secara default biasanya akan berada pada tempat terakhir menyimpan kursor (memilih sel)

 

6. Tentukan Column, Row dan Values. Jumlah pada masing-masing parameter bisa lebih dari satu tergantung data. Semisal kita memiliki juga data Kecamatan, maka FIELD Kecamatan bisa ditempatkan di bawah FIELD Kabupaten.

 

7. Hasil pivot tidak selalu tampak manis. Perlu dilakukan adjustment dan formating (jika perlu).

 

Catatan:
Analisa intersect, karena berbasis vektor, akan menghasilkan banyak sliver dan (mungkin) void. Sebaiknya berhati-hati dalam menampilkan angka di belakang koma. Jangan terlalu ingin semua angka di belakang koma ditampilkan karena dampaknya akan cukup pelik. Gambar di atas menampilkan 1 angka di belakang koma yang sebenarnya tidak perlu. Mungkin akan lebih bijak jika menampilkannya dalam pembulan puluhan hektar.

 

Selesai

Search :

About GISTutorial.NET

Setan Gundul Sawala