Membuat Project ArcView 3.x (apr) Portable
Juni 19th, 2009
Memindahkan seluruh project ArcView ke tempat yang baru atau membakarnya ke CD sering memberi kita mimpi buruk. Data hilang, ektensi error, dsb adalah hal-hal yang umum terjadi saat kita memindah project atau menyalinnya ke CD. Posting ini mencoba membahas salah satu cara bagaimana membuat ArcView project (APR) menjadi portable.
1. Matikan ekstensi yang tidak perlu
Suatu project ArcView sering menggunakan banyak ekstensi yang berada dalam posisi “ON”. Adalah sangat bijak jika kita matikan saja ekstensi yang sudah tidak kita gunakan lagi.
- Klik pada File > Extensions
- Untik semua ekstensi
- Jika kita tidak dapat mematikan satu ekstensi berarti ekstensi ybs memang diperlukan dalam project. Biarkan saja ON.
- Simpan project
2. Cek duplikat data
Pada tahapan 3 (berikutnya) kita akan mengumpulkan data-data yang dirujuk oleh APR ke dalam satu folder kosong. Jika kita menggunakan dua data dari lokasi yang berbeda tapi memiliki nama yang sama, kita sebaiknya mengganti salah satu file menjadi nama baru yang beda. Sebagai contoh kita memiliki dua data dengan nama sama jalan.shp. Kita perlu mengubah salah satu dari kedua data tersebut menjadi misalnya jalan2.shp. (Mudah saja klik menu theme > convert to shapefile).
Jika sudah yakin tidak ada duplikasi nama theme silakan lanjut ke tahapan berikutnya.
3. Kumpulkan data ke satu folder kosong yang telah disipakan.
Pada tahapan ini, kita akan menggunakan ekstensi Project File Organizer extension.
- Download Project File Organizer . Extrak lah di mana saja.
- Salin Project File Organizer.avx ke dalam folder C:\ESRI\AV_GIS30\ARCVIEW\EXT32
- Buat satu folder kosong bernama DDE di C:\
- Salin file avdlls.dll ke dalam folder DDE
- Aktifkan ekstensi Project File Organizer di ArcView dalam menu File > Extensions
- Tutup semua jendela aktif Views/Layouts/Tables sampai kita di antar muka project.
- Simpan project sebelum lanjut.
- Buat suatu folder kosong di mana saja. Sebagai contoh saya buat folder myproject di bawah c:\ sehingga saya memiliki satu folder kosong di c:\myproject
- Di ArcView Klik File > Transfer Project File
- Pilih c:\myproject dan beri nama misalnya myproject.apr
- Jika berhasil kita akan mendapat pesan “Project File Transfer Completed”
Kita baru saja menyalin apr dan data yang diperlukan ke dalam satu folder kosong. Ingat, kita baru saja melakukan penyalinan (copy). Apr dan data yang asli masih ada di tempatnya.
3. Matikan semua ekstensi (Sama dengan tahap 1)
- Buka project di c:\myproject (lokasi mungkin berbeda tergantung anda membuat folder kosong untuk target di mana)
- Matikan semua ekstensi yang bisa dimatikan (tidak diperlukan) khususnya ekstensi Project File Organizer dengan menu File > Extensions di ArcView
- Simpan project
4. Pisahkan data dan apr
Saya sangat menyarankan untuk melakukan langkah ini untuk membuat project ArcView portable kita rapi.
- Buat satu folder kosong di bawah folder c:\myproject dan beri nama misalnya data. Sehingga kita memiliki satu folder kosong di c:\myproject\data
- Pindahkan semua file kecuali myproject.apr dari c:\myproject\ ke folder c:\myproject\data
Sekarang kita memiliki myproject.apr di dalam c:\myproject dan data-datanya di c:\myproject\data.
5. Edit apr file
Banyak tool untuk melakukan pengeditan file apr. Favorite saya adalah Notepad.
- Buka myproject.apr dengan Notepad
- Cari string “path”. Kita bisa gunakan shortcut Ctrl+F untuk menampilkan dialog pencarian
- Sebagai contoh saya mendapatkan string ‘/myproject/trees.shp’ yang menunjukan bahwa trees.shp memiliki lokasi di folder /myproject.
- Ubah string ‘/myproject/‘ dengan ‘./data‘ (tanpa quote). Karena kita perlu mengubah banyak string cara termudah adalah dengan menggunakan dialog Replace pada Notepad (Ctrl+H). Lalu Replace All.
- Simpan file apr (edited by Notepad)

Kita bisa gunakan / atau \ untuk mengekspresikan sub folder. Sebagai contoh c:\myproject\data adalah sama dengan c:/myproject/data
Ingat: Setelah langkah 5, kita dapat membuka file apr untuk mengecek apakah berfungsi atau tidak. Akan tetapi jangan melakukan penyimpanan apa-apa di ArcView. Jika kita melakukan penyimpanan, relatif path akan berubah menjadi absolute path. Sebagai contoh string ./data akan diganti oleh string c:\myproject\data. Jika anda menyimpannya secara tidak sengaja, anda harus mengulang langkah 5.
6. Kumpulkan ekstensi
Langkah ini tidak harus dilakukan. Tapi alangkah baiknya jika kita juga menyalin ekstensi yang diperlukan yang mungkin tidak tersedia di tempat project yang baru nantinya. Masih ingat langkah 1 dan 3 bahwa kita mungkin tidak bisa mematikan semua ekstensi karena masih diperlukan. Sehingga, menyediakan ekstensi yang diperlukan bagi sistem baru tempat project ebrada adalah hal yang sangat bagus. Buat lah folder kosong di bawah c:\myproject\ misalnya dengan nama ‘extensions’ kemudian salin lah semua ekstensi yang digunakan di dalamnya.
7. Bakar ke CD atau salin ke tempat lain.
Salin seluruh isi folder c:\myproject\ ke external drive, dimana pun di LAN atau membakarnya ke CD/DVD. Step 5 akan menjamin bahwa project dapat dibuka di mana saja karena sudah dibuatkan alamat data relatif dalam file apr.
Good Luck
Related posts:
- GIS and Remote Sensing Journal
- Membuat ArcView 3.x Portable dengan Thinstall
- Ekstensi ArcView Paling Banyak Digunakan
- HOTLINK ke File Apa Saja di ArcView
- Digitasi Mode Stream di ArcView 3.x
- Membuat Multi Layout / Map Series dengan MapBook
Kategori: ArcView 3.x




