Indonesian Remote Sensing and Geographic Information System Tutorial

3 easy steps to post

3 easy steps to post (1) Register (2) Send emails to post.gistutorial@gmail.com (3) Wait about 10 mins

Popular Search Terms

peta rupa bumi indonesia, srtm indonesia, peta rupa bumi, SRTM, arcview 3 3 windows 7, transformasi koordinat, membuat peta, software membuat peta, arcview for windows 7, bakosurtanal, download srtm indonesia, software pembuat peta, mapinfo 10, download SRTM, tutorial er mapper, Aplikasi membuat peta, ER MAPPER, arcgis split polyligne at intersection, instal arcview di windows 7, CARA MEMBUAT PETA, peta rbi, tutorial arcgis 9 3, arcview windows 7, peta indonesia vektor, cara membuat gps sendiri, tutorial mapinfo 10, srtm download, gis tutorial, peta indonesia download, software untuk membuat peta, srtm free download, peta lereng, aplikasi buat peta, software transformasi koordinat, rupa bumi, aplikasi pembuat peta, install arcview di windows 7, cara instal arcview di windows 7, download peta RBI, install arcview 3 3 on windows 7, GPS TOOL, peta indonesia vector, Peta rupabumi, rupa bumi indonesia, gis for dummies, software buat peta, tutorial map info, peta RBI indonesia, cara install arcgis 9 3 windows 7, free download srtm, cara install arcgis 9 3, rupabumi, google earth portable free download, cara instal arcgis di windows 7, download arcgis, mapinfo 10 tutorial, program membuat peta, hotlink arcview, arcGis for dummies, rbi indonesia, srtm data, free download thinstall, aster gdem ftp, arcview di windows 7, download mapinfo, download peta indonesia, program yang bisa di install di win 7, download peta digital, mapinfo tutorial, instal arcgis 9 3 di windows 7, download peta rupa bumi indonesia, instal arcgis di windows 7, peta rupabumi indonesia, arcview WIN7, qgis, data srtm indonesia, er mapper tutorial, tutorial er mapper 7, cara instal arcgis 9 3, xtools pro 5 2 gistutorial net, tm 3, install arcgis di windows 7, mapinfo, download software membuat peta, program buat peta, arcgis ebook download, oziexplorer portable, cara membuat peta 3D dengan program artgis, membuat peta lereng, download google earth portable, Hacking, arcgis 9 3 tutorial, kelas lereng, srtm download free, MobileMapper Office download, indonesian dem data free download, indonesia vector, cara install arcview di windows 7, klasifikasi lereng, download peta, cara instal arcgis 9 3 di windows 7, kelas lereng, cara membuat peta, download peta srtm indonesia, proyeksi TM3, install arcgis 9 3 di windows 7, cara membuat peta dengan arcview, data srtm, extension arcview, tutorial flash, arcgis 9 3 windows 7, indonesia map vector, download software pembuat peta, ER mapper, arcmap for dummies, tutorial mapinfo, free download arcgis9, garis kontur, software pembuatan peta, tutorial ermapper, peta srtm indonesia, aster dem download, tm3 gps, software pembuat peta jalan, instal acrview di windows 7, TM-3 to utm conversion in arcgis, download peta rupabumi, ER Mapper 7 0, map info, arcview extension, kontur, extensions arcview, konversi derajat ke persen, xtools pro, download SRTM data, transformasi koordinat bakosurtanal, ebook sistem informasi, cara menginstal arcgis 9 3, download software mapinfo, ozi explorer, tutorial qgis bahasa indonesia, aplikasi untuk membuat peta, free download peta rupa bumi, download oziexplorer, download thinstall, download mapinfo professional, buku sistem informasi geografis, arcview di win 7, arcview portable, arcgis 9 3, srtm indonesia download, download map info, aster dem, instal arcgis, pembatasan penulisan di win7, Cara membuat peta kelerengan, cara menginstal arc view di windows 7, arcview 3 x windows 7, ARCGIS WINDOWS 7, membuat GPS, arcview portable, digitasi arcgis, belajar arcview 3 3, MobileMapper Office, map indonesia vector, instal arc gis 9 3 ke windows 7, tutorial instal map info, arcview 3 windows 7, tutorial er mapper 7 0, ebook arcgis, cara install arcgis 9 3 di windows 7, gistutorial, srtm cgiar selection, cara menginstall arcview di windows 7, download peta banjarmasin, free downlod buku refernsi, download vektor, tutorial gis menggunakan vb 6 0, download transformasi koordinat, cara membuka ArcGis, download peta malang, cara instal er mapper 7 1, XTool Pro 5 2, membuat gps sendiri, arcview 3 3 for windows 7, No new objects added, tutorial arcview 3 3, Instal arcgis 9 3, membuat peta lereng dari kontur, base map for garmin, Mobile Mapper Office 2 7, install arcgis 9 3 on windows 7, download peta indonesia vector, download mapinfo 10, tutorial pemetaan dengan arcgis, download aplikasi pembuat peta, mapinfo indonesia, cara install arcgis di windows 7, hacking gps, SRTM ADALAH, download dem, how to install arcview in windows 7, install arcgis 9 3 windows 7, tatuk gis, arcview projection utility, download data srtm, download aster gdem, download peta rupa bumi, download buku sistem informasi, www wist echo nasa gov, arcview 3 3 portable, landsat path row map, cara membuat peta lereng, konversi tm3 ke utm, thinstall free download, MEMBUAT KONTUR, c2slope, cara membuat layout peta, mapinfo download free, membuat peta 3 dimensi dengan arcgis, sistem informasi geografis ebook, OziExplorer, universal maps downloader, free srtm indonesia, download ozzy explorer, menghitung luas arc gis, mapping portable download, instal Arcview 3 3 in windows 7, pembuat gps, arcgis for windows 7, windows 7 arcview 3 3, er mapper download, indonesia vector map, peta rbi download, ARCGIS WINDOWS 7, script avenue arcview, gistutorial net, ciat access zip, citra DEM, VB script to calculate length in ArcGIS, digitasi on screen, slope, mapinfo 10 0 tutorial, software transformasi kordinat, cara pembuatan peta, geodatabase tutorial, program pembuatan peta, panduan arcgis gratis, cara instal arcgis di windows7, download gratis mapinfo

Arcmap: Membuat Peta Lereng dari Kontur

Arcmap: Membuat Peta Lereng dari Kontur

Menjawab request dari salah satu pengunjung untuk membuat peta lereng dari data garis kontur, berikut kami buatkan tutorial bagaimana membuat peta lereng dari garis kontur dengan perangkat lunak ArMap. Data contoh untuk latihan dapat didownload di SINI. Silakan download data (jika perlu) kemudian ekstrak di direktori C: sedemikian hingga terdapat direktori jika

1. Menyiapkan project

Buka Arcmap, tambahkan data C:\c2slope\c25.shp

New-1

2. Konversi dari Feature ke TIN

Triangulated irregular network (TIN) adalah struktur 3D yang merepresentasikan permukaan dengan membangun jejaring segitiga. Lakukan konversi Feature ke TIN dengan ekstensi 3D Analyst. Cari di menu 2D Analyst > Create/Modify TIN > Create TIN From Features.

New-2

Pilih Layer yang akan dikonversi (dalam hal ini c25).
Pilih Height source : CONTOUR (sesuai FIELD yang ada di dalam c25.shp)
Pilih metode triangulasi : HARD LINE (misalnya).
Tentukan Output TIN di C:\c2slope\tin.

New-3

Klik OK untuk menjalankan proses. Akan muncul TIN di layar.

3. Konversi TIN ke Raster

Selanjutnya kita konversi TIN ke format Raster (GRID).
Klik pada menu 3D Analyst > Convert > TIN to Raster

New-5

Tentukan Input: TIN
Attribute yang akan ditransfer:  Elevation
Z factor : 1
Cell size : 90 meter
Output raster: C:\c2slope\tingrid

New-6

Klik OK untuk menjalankan proses. Sebuah raster (grid) akan muncul di layar

New-7

Data yang dihasilkan adalah elevasi digital dalam format raster. Format ini sama dengan format SRTM, yaitu berisi sel sel dengan ukuran tertentu yang mana setiap nilai sel menunjukan angka ketinggian.

4. Membuat Kelerengan (slope)

Kita perlu melakukan konversi dari data ketinggian menjadi kelerengan. Hal ini salah satunya bisa dilakukan dengan 3D Analyst.
Klik pada menu 3D Analyst > Surface Analyst > Slope
Pilih Output measurement: percent
Z factor: 1
Output cell size: 90
Output raster:

New-8

Klik OK untuk menjalankan proses

5. Reklasifikasi Raster

Data yang dihasilkan pada langkah sebelumnya adalah format raster yang belum diklasifikasi. Peta Kelerengan biasanya dinyatakan dalam interval kelas, sehingga selanjutnya kiga melakukan klasifikasi Raster.
Klik pada menu 3D Analyst > Reclassify…
Buat klasifikasi seperti digambar berikut

New-9

Klik OK untuk menjalankan proses

Sebuah peta kelas lereng (Kelas 1 – 5) sudah dibuat.

Catatan:
- Praktisi GIS biasanya ingin mengkonversi kelas lereng (raster) menjadi kelas lereng vektor (shapefile). Hal ini dapat dilakukan dengan menu 3D Analyst > Convert > Raster to Features. Hasil konversi tersebut akan menghasilkan banyak tanda tanya seperti nilai slope yang 0 (nol) pada sepanjang punggung gunung/bukit. Meskipun secara teori itu adalah betul – puncak gunung/bukit adalah rata – Tetapi dengan asumsi bahwa luasan di puncak tersebut tidak cukup signifikan, maka nilai-nilai tersebut harus diadjust. Menurut penulis, yang paling baik adalah supervise hasil konversi atau sekalian dengan digitasi visual.
- Menghaluskan hasil klasifikasi dapat dilakukan dengan toolbox Spatial Analyst Tools > Generalization

Search :

Related posts:

    Toko Permata Kalimantan Online Toko Permata Kalimantan Online
  1. SRTM – Membuat Garis Kontur dengan ArcMap
  2. SRTM – Membuat Kelas Lereng dengan ArcMap
  3. ArcView 3x: Membuat Garis Kontur dari Data DEM
  4. SRTM – Membuat 3D semu dengan ArcMap
  5. ArcMap: Memberi Label pada Garis Kontur

Line Break

Author: GISTutorial.NET (61 Articles)

Admin GISTutorial.NET has dedicated his work to share his knowledge and experience in RS/GIS. His most working time is spending on Natural Resources and Forestry works in Indonesia. His presence is anonymous in this website to keep this site away from personal image.

Reader Feedback

22 Responses to “Arcmap: Membuat Peta Lereng dari Kontur”

  • paniki mengatakan:

    Saya udah praktek tutor ini di AV3.x (dengan penyesuaian seperlunya). Berhasil sih. Cuman komputer saya sempat “ongkek” beberapa kali (saya pake HP Pavilion a6438d dengan konfigurasi default – kecuali ukuran swap file yang saya ubah ke 4x RAM).
    Mohon saran Mas Admin, tks. :)

    • GISTutorial.NET mengatakan:

      Penyakit ArcView, berdasarkan pengalaman saya, jangan dicolek saat sedang mumet. Jadi saat masih belum ada tanda-tanda kehidupan biarkan saja jangan di klik (untuk mengaktifkan jendela ArcView). Pernah pakai di komputer dengan core 4 buah juga sama ArcViwe error kalau dicolek-colek. Minimalkan multi-tasking saat running ArcView dengan beban berat.
      Tips lain: Clip dulu untuk area yang kecil, jangan se pulauan.

  • paniki mengatakan:

    Ha… Ha… Ha… Pantesan, karena napsu, saya proses sekaligus satu provinsi (dan menghasilkan seratusan ribu polygon).
    Tutor ini, pertama saya coba di sistem koordinat geografi, dan menghasilkan polygon yang “morak marik”. Ternyata setelah dicoba di sistem koordinat proyeksi, hasilnya bagus. Mirip peta kelerengan terbitan dephut.
    Tks anyway :)

  • Merli mengatakan:

    wah..akhirnya ada tutorialnya..saya sudah mencoba dan berhasil.
    terimakasih ya GISTUTORIAL.NET :)

  • irfan mengatakan:

    wah menarik, terima kasih tutornya
    cuma saya pengen tanya, kenapa musti bikin TIN dulu kenapa ga langsung dari vektor ubah ke raster?

    • GISTutorial.NET mengatakan:

      Memang ini hanya salah satu cara. Banyak software/tool yang konversi langsung dari vektor kontur ke raster. Tetapi kita tidak tahu step-step yang dibuat oleh tool tersebut karena proses/hasil antara (seperti pembuatan TIN) tidak dimunculkan. Sebagai ‘pembelajaran’, alangkah baiknya kita mengetahui bahwa perlu dibuat TIN sebelum menjadi raster. TIN di sini adalah representasi interpolasi nilai ketinggian antar garis kontur yg digunakan untuk memprediksi nilai ketinggian titik-titik yang tidak berada pada garis kontur. Jadi titik beratnya di sini adalah TIN tampilan dari interpolasi. Teknik geostatistik yg lebih advance mungkin akan menghasilkan “TIN” yang berbeda dengan yg standar. Proses yang serba otomatis membuat tugas menjadi simple tapi tidak mengembangkan pemahaman.

  • pengenbelajar mengatakan:

    Om, saya sudah coba dengan data yang saya ambil dari peta RBI 1:25.000 celang aceh yang di share, yang saya tanyakan,.. pada klasifikasi tingrid memilih opsi persen, nah yg saya bingung ditempat om ini ada klasifikasi dari 40 – 5000,.. ini merupakan nilai apa ya om,.. pada latihan yang saya coba, saya mencoba memasukan nilai klasifikasi lereng arsyad, 1972. Trimakasih,.. dimohon sekali pencerahannya. MATURNUWUN

    • GISTutorial.NET mengatakan:

      Pak Andiamo, maksud angka 40 – 5000 adalah untuk 40% Up. Angka 5000 sengaja diisi sebagai nilai besar yang mungkin tidak akan lebih besar dari nila lereng terbesar yang ada di data. Angka maksimal nilai kelerengan sebenarnya juga bisa kelihatan di kelas default, misal 102, maka kita bisa juga mengisi angka 40 – 102.

  • Mamat mengatakan:

    Data C2Slope.zip tidak dapat diekstrak. Trima kasih

  • VIncent mengatakan:

    Contoh diatas 0-8 % dstx. Nah Bagaiamana cara membuat kelas kelrengan 0-2 %, 2-15,15-20% dan > 40 % dengan sumber peta RBI skala 1:25000, interval kontur 12,5.

  • Vincent mengatakan:

    Terima Kasih atas Tipsnya,,,saya akan mencoba……

  • syahrul mengatakan:

    sy pernah mencoba dengan cara yang diutarakan di atas, kemudian sy cocokkan dengan data kontur, hasilnya kurang memuaskan.
    sy kemudian mencoba, membagi angka maksimal dalam persen.
    jadi angka maksimal sy asumsikan sebagai angka 100%.
    lalu untuk pembagian kelas,angka maksimal di kalikan dengan angka persen maksimal per kelas. misalnya angka maksimal 456.78.
    maka 456.78 x 3%= 13.7034
    jadi untuk kelas 0 – 3% nilainya adalah 0 – 13.7034. hasilnya cukup memuaskan ketika sy cocokkan dengan data kontur.

    • GISTutorial.NET mengatakan:

      Pak syahrul, sy pikir tidak akan pernah ketemu antara dua sumber data yang berbeda. Dari yang Bapak sebutkan mungkin benar, dari segi empiris, dengan penyebab yang saya tidak tahu. Tapi secara logis tidak bisa diterima. Kesalahan kalkulasi juga sering terjadi saat menghitung dalam kemiringan derajat tetapi mengira dalam kemiringan persen

  • syahrul mengatakan:

    salam
    sumber datanya hanya satu pak, yaitu data kontur. secara logis angka persen maksimal adalah seratus pak.
    silahkan bapak mencoba, dan bandingkan kedua hasilnya.
    :)
    wassalam

    • GISTutorial.NET mengatakan:

      Pak Syahrul, justru angka persen maksimal 100 itu tidak logis. Nilai slope dalam persen paling tinggi adalah tak terhingga. Slope 45 derajat = 100%, 60 derajat = 173%; 80 derajat = 567%, dan 90 derajat ~ (tak terhingga)

  • Anchas mengatakan:

    Mau nanya nieh. Bisa Ngga Membuat peta kelas lereng dengan Software Mapinfo Professional? kalo bisa, tolong Posting Donk!

  • ribbob mengatakan:

    saya sering membuat peta kelas lereng di AV 3.3 da AG….cuma hasilnya kurang memuaskan ketika di convert ke polygon feature ..bagaimana membuat peta lereng menjadi lebih halus.terima kasih

  • GISTutorial.NET mengatakan:

    Anchas: MapInfo bs digunakan untuk klasifikasi kelas lereng. Namun maaf, MapInfo sedang tidak bertengger di desktop saya jadi belum bs merespon lebih jauh.

    Ribbob: Hal yang sama terjadi pada saya saat baru mulai belajar data raster. Sepertinya mindset kita yang harus diubah: Tidak semua data raster harus diubah ke shapefile. Sekarang sy lebih suka melakukan analisa di data raster. Proses INTERSECT yang sering sekali dilakukan di data vektor diganti dengan analisa data raster. Setelah hasil analisa diperoleh baru diubah ke data raster (jika harus).

    Klasifikasi peta kelas lereng memiliki noise. Convert raster ke vektor bukanlah solusi yang tepat jika ingin kosmetik (smooth). Alternatif lain didigitasi visual saja agar lebih memuaskan.

  • willy geology mengatakan:

    Mas, tolong dong kasih kan saya tutorialnya untuk membuat 3 dimensi pada arcmap.
    terima kasih sebelumnya.

  • FianoMaliaro mengatakan:

    Makasi bro….

Leave a Reply