Arcmap: Membuat Peta Lereng dari Kontur

Menjawab request dari salah satu pengunjung untuk membuat peta lereng dari data garis kontur, berikut kami buatkan tutorial bagaimana membuat peta lereng dari garis kontur dengan perangkat lunak ArMap. Data contoh untuk latihan dapat didownload di SINI. Silakan download data (jika perlu) kemudian ekstrak di direktori C: sedemikian hingga terdapat direktori jika

1. Menyiapkan project

Buka Arcmap, tambahkan data C:\c2slope\c25.shp

New-1

2. Konversi dari Feature ke TIN

Triangulated irregular network (TIN) adalah struktur 3D yang merepresentasikan permukaan dengan membangun jejaring segitiga. Lakukan konversi Feature ke TIN dengan ekstensi 3D Analyst. Cari di menu 2D Analyst > Create/Modify TIN > Create TIN From Features.

New-2

Pilih Layer yang akan dikonversi (dalam hal ini c25).
Pilih Height source : CONTOUR (sesuai FIELD yang ada di dalam c25.shp)
Pilih metode triangulasi : HARD LINE (misalnya).
Tentukan Output TIN di C:\c2slope\tin.

New-3

Klik OK untuk menjalankan proses. Akan muncul TIN di layar.

3. Konversi TIN ke Raster

Selanjutnya kita konversi TIN ke format Raster (GRID).
Klik pada menu 3D Analyst > Convert > TIN to Raster

New-5

Tentukan Input: TIN
Attribute yang akan ditransfer:  Elevation
Z factor : 1
Cell size : 90 meter
Output raster: C:\c2slope\tingrid

New-6

Klik OK untuk menjalankan proses. Sebuah raster (grid) akan muncul di layar

New-7

Data yang dihasilkan adalah elevasi digital dalam format raster. Format ini sama dengan format SRTM, yaitu berisi sel sel dengan ukuran tertentu yang mana setiap nilai sel menunjukan angka ketinggian.

4. Membuat Kelerengan (slope)

Kita perlu melakukan konversi dari data ketinggian menjadi kelerengan. Hal ini salah satunya bisa dilakukan dengan 3D Analyst.
Klik pada menu 3D Analyst > Surface Analyst > Slope
Pilih Output measurement: percent
Z factor: 1
Output cell size: 90
Output raster:

New-8

Klik OK untuk menjalankan proses

5. Reklasifikasi Raster

Data yang dihasilkan pada langkah sebelumnya adalah format raster yang belum diklasifikasi. Peta Kelerengan biasanya dinyatakan dalam interval kelas, sehingga selanjutnya kiga melakukan klasifikasi Raster.
Klik pada menu 3D Analyst > Reclassify…
Buat klasifikasi seperti digambar berikut

New-9

Klik OK untuk menjalankan proses

Sebuah peta kelas lereng (Kelas 1 – 5) sudah dibuat.

Catatan:
- Praktisi GIS biasanya ingin mengkonversi kelas lereng (raster) menjadi kelas lereng vektor (shapefile). Hal ini dapat dilakukan dengan menu 3D Analyst > Convert > Raster to Features. Hasil konversi tersebut akan menghasilkan banyak tanda tanya seperti nilai slope yang 0 (nol) pada sepanjang punggung gunung/bukit. Meskipun secara teori itu adalah betul – puncak gunung/bukit adalah rata – Tetapi dengan asumsi bahwa luasan di puncak tersebut tidak cukup signifikan, maka nilai-nilai tersebut harus diadjust. Menurut penulis, yang paling baik adalah supervise hasil konversi atau sekalian dengan digitasi visual.
- Menghaluskan hasil klasifikasi dapat dilakukan dengan toolbox Spatial Analyst Tools > Generalization

  • Cweetyna

    saya mengalami masalah 
    pada tahap akhir, tidak bisa d klasifikasikan. bagaimana ya?

    • beni raharjo

      Boleh tahu ada pesan atau screenshot apa? Posting saja di komen ini karena support attach image dari screenshoots.

      • Cweetyna

        encountered a simple conflict when adding remap records

        • beni raharjo

          permasalahnnya adalah karena ArcMap versi tertentu memerlukan data dalam INTEGER bukan dalam float.
          Lakukan konversi dari FLOAT ke INTEGER dengan menggunakan Raster Calculator pada Toolbox Spatial Analysis > Map AlgebraSyntax nya kira-kiraInt(nama_raster)

  • Khairulamrie1988

    selamat siang pak..saya mau nanya bagaimana cara membuat peta ketinggian dari peta kontur pak..mohon penjelasan dari bapak.Terima kasih.

    • Aprasetya10

      coba lebih dicerna lagi bacaan yang diatas,. kykynya ada disitu ,. tks

  • Aprasetya10

    selamt sore sy mau tanya, sy udah dwnload file buat cnthnya yang
    c25.shp, pas sy buka di arcgis sy koq dy di “create from featuresnya”
    itu tidak sy “start Editing” tp wlpn sudh sy “start Editing” dy masih
    belum bisa, kira knpa y?? mohon pencerahannya. TKS

  • Aprasetya10

    selamt sore sy mau tanya, sy udah dwnload file buat cnthnya yang c25.shp, pas sy buka di arcgis sy koq dy di “create from featuresnya” itu tidak sy “start Editing” tp wlpn sudh sy “start Editing” dy masih belum bisa, kira knpa y?? mohon pencerahannya. TKS

    • Anonymous

      Memang tidak fitur tidak sedang dalam Start Editing. Cek lagi apakah ada fitur yang dipilih (seharusnya tidak memilih satu atau sebagian fitur)

      • Aprasetya10

        Masih tetap tidak bisa wlaupunt tdk dalam start editing, semua fungsi di 3D analyst nggk bisa dijalankan, biasanya khan kalau bisa di jalankan dia berwarna hitam< mngkn apakah ada mslh sama software arcgis sy y? mohon pencerahannya mas?

      • Aprasetya10

        Masih tetap tidak bisa wlaupunt tdk dalam start editing, semua fungsi di 3D analyst nggk bisa dijalankan, biasanya khan kalau bisa di jalankan dia berwarna hitam< mngkn apakah ada mslh sama software arcgis sy y? mohon pencerahannya mas?

  • jemy

    Selamat malam pak…
    Mau nanya, saya sering bertemu dengan analisis semacam ini?
    Kalau dari metode interpolasi yang digunakan bapak di atas pake TIN.
    Kalau saya biasa menggunakan IDW, Spline, Kriging, atau Topo to Raster (ga tau juga alasannya kenapa, nyoba2 aja satu2 sampe nemu yang keliatan bagus).

    Bisa diuraikan singkat apa pertimbangan dalam memilih pake TIN pak? :)

    terima kasih

    • Anonymous

      Nah ini juga satu thesis. Pilih satu metode selama ada sumbernya. Dan ingat postingan ini tidak bisa dijadikan rujukan. Carilah paper di Journal atau buku.

      Alasan saya menggunakan konversi ke TIN adalah karena itu adalah salah satu metode yang ada. 

  • jemy

    Selamat malam pak…
    Mau nanya, saya sering bertemu dengan analisis semacam ini?
    Kalau dari metode interpolasi yang digunakan bapak di atas pake TIN.
    Kalau saya biasa menggunakan IDW, Spline, Kriging, atau Topo to Raster (ga tau juga alasannya kenapa, nyoba2 aja satu2 sampe nemu yang keliatan bagus).

    Bisa diuraikan singkat apa pertimbangan dalam memilih pake TIN pak? :)

    terima kasih

  • Nurpana

    Mantaps tutorialnya Bang. Oh ya Bang, jika pakai kontur RBI berapa resolusi maksimal yang bisa kita pakai untuk membuat peta kelerengan?.Kalau di tutorialnya Bang Beni kan 90 m, kalau kita ganti 30 m bisa tidak?. tks sebelumnya.

    • Anonymous

      Perlu satu thesis untuk menjawab pertanyaan berapa resolusi optimal. Saya tidak bisa jawab. Yang jelas, ketelitian tidak akan terlalu meningkat meskipun kita menambah resolusi sampai 1 meter karena akurasi mengikuti sumber data (kontur). Jadi buat berapa saja yang penting sesuai dengan tujuan pemetaan dengan tetap ingat sumber datanya. 

  • Zaki_albanjary

    selalu muncul pesan “Failure To Create raster file” bagaimana solusinya..?

  • Anonymous

    output cell size mengatur berapa resolusi atau ukuran pixel dari grid yang dihasilkan. Ditentukan arbitrary saja.

  • Anonymous

    output cell size mengatur berapa resolusi atau ukuran pixel dari grid yang dihasilkan. Ditentukan arbitrary saja.

  • donasambodo

    apa artinya output cell size = 90?
    maturnuwun..

  • http://balurannationalpark Ade Cokin

    alhamdlh bisa Mas Beni……. Trims

  • yuliana

    mau tanya klo bikin peta ketinggian dari peta kontur gimana caranya ya,saya pake software arview 3.3
    makasih sebelumnya dan mohon dijawab secepatnya he,he,he

    • COKIN

      bisa dilihat dari option yg ada di arcview 3.3nya……Extention pilih/centang Distance Bearingnya non

  • akson

    mas tolomg dong kasi tau saya untuk mencari panjang lereng (L)
    untuk menentukan nilai LS.
    mohon konfirmasinya.
    trims

  • romi

    Membuat Peta Lereng dari Kontur…..

    saya masih awam dgn Arcgis…beberapa kali saya mencoba membuat peta kelas lereng dari kontur berdasarkan GISTutorial.NET……pada tahap pemilihan 3D Analyst > Surface Analyst > Slope
    Pilih Output measurement: percent prosesnya berhasil tetapi pada saat melakukan Reklasifikasi Raster tidak berhasil………
    mohon pencerahannya mengapa kok gak berhasilya…….

  • romiyanto

    Membuat Peta Lereng dari Kontur…..

    saya masih awam dgn Arcgis…beberapa kali saya mencoba membuat peta kelas lereng dari kontur berdasarkan GISTutorial.NET……pada tahap pemilihan 3D Analyst > Surface Analyst > Slope
    Pilih Output measurement: percent prosesnya berhasil tetapi pada saat melakukan Reklasifikasi Raster tidak berhasil………
    mohon pencerahannya mengapa kok gak berhasilya…….

  • ipunx

    maaf bos admin klo saya lancang, @maman rukmana buka aja tools>customize>pilih tab toolbar>check 3d analyst.

  • maman rukmana

    Salam…!
    Sy pengguna pemula ArcGis9.3, sampai langkah 1 (add c25.shp) udah bisa, tapi pas mo ke stef 2 mentok bos. Sy buka ArcToolbox, trs ke 3D Analyst Tool, kalo yg dimaksud dgn menu 2D Analyst > Create/Modify TIN > Create TIN From Features, itu ada dimana bos? mohon pencerahan lebih detail. Tks

  • FianoMaliaro

    Makasi bro….

  • willy geology

    Mas, tolong dong kasih kan saya tutorialnya untuk membuat 3 dimensi pada arcmap.
    terima kasih sebelumnya.

  • GISTutorial.NET

    Anchas: MapInfo bs digunakan untuk klasifikasi kelas lereng. Namun maaf, MapInfo sedang tidak bertengger di desktop saya jadi belum bs merespon lebih jauh.

    Ribbob: Hal yang sama terjadi pada saya saat baru mulai belajar data raster. Sepertinya mindset kita yang harus diubah: Tidak semua data raster harus diubah ke shapefile. Sekarang sy lebih suka melakukan analisa di data raster. Proses INTERSECT yang sering sekali dilakukan di data vektor diganti dengan analisa data raster. Setelah hasil analisa diperoleh baru diubah ke data raster (jika harus).

    Klasifikasi peta kelas lereng memiliki noise. Convert raster ke vektor bukanlah solusi yang tepat jika ingin kosmetik (smooth). Alternatif lain didigitasi visual saja agar lebih memuaskan.

  • http://- ribbob

    saya sering membuat peta kelas lereng di AV 3.3 da AG….cuma hasilnya kurang memuaskan ketika di convert ke polygon feature ..bagaimana membuat peta lereng menjadi lebih halus.terima kasih

  • Anchas

    Mau nanya nieh. Bisa Ngga Membuat peta kelas lereng dengan Software Mapinfo Professional? kalo bisa, tolong Posting Donk!

  • syahrul

    salam
    sumber datanya hanya satu pak, yaitu data kontur. secara logis angka persen maksimal adalah seratus pak.
    silahkan bapak mencoba, dan bandingkan kedua hasilnya.
    :)
    wassalam

    • GISTutorial.NET

      Pak Syahrul, justru angka persen maksimal 100 itu tidak logis. Nilai slope dalam persen paling tinggi adalah tak terhingga. Slope 45 derajat = 100%, 60 derajat = 173%; 80 derajat = 567%, dan 90 derajat ~ (tak terhingga)

  • syahrul

    sy pernah mencoba dengan cara yang diutarakan di atas, kemudian sy cocokkan dengan data kontur, hasilnya kurang memuaskan.
    sy kemudian mencoba, membagi angka maksimal dalam persen.
    jadi angka maksimal sy asumsikan sebagai angka 100%.
    lalu untuk pembagian kelas,angka maksimal di kalikan dengan angka persen maksimal per kelas. misalnya angka maksimal 456.78.
    maka 456.78 x 3%= 13.7034
    jadi untuk kelas 0 – 3% nilainya adalah 0 – 13.7034. hasilnya cukup memuaskan ketika sy cocokkan dengan data kontur.

    • GISTutorial.NET

      Pak syahrul, sy pikir tidak akan pernah ketemu antara dua sumber data yang berbeda. Dari yang Bapak sebutkan mungkin benar, dari segi empiris, dengan penyebab yang saya tidak tahu. Tapi secara logis tidak bisa diterima. Kesalahan kalkulasi juga sering terjadi saat menghitung dalam kemiringan derajat tetapi mengira dalam kemiringan persen

  • http://- Vincent

    Terima Kasih atas Tipsnya,,,saya akan mencoba……

  • http://- VIncent

    Contoh diatas 0-8 % dstx. Nah Bagaiamana cara membuat kelas kelrengan 0-2 %, 2-15,15-20% dan > 40 % dengan sumber peta RBI skala 1:25000, interval kontur 12,5.

  • Mamat

    Data C2Slope.zip tidak dapat diekstrak. Trima kasih

  • pengenbelajar

    Om, saya sudah coba dengan data yang saya ambil dari peta RBI 1:25.000 celang aceh yang di share, yang saya tanyakan,.. pada klasifikasi tingrid memilih opsi persen, nah yg saya bingung ditempat om ini ada klasifikasi dari 40 – 5000,.. ini merupakan nilai apa ya om,.. pada latihan yang saya coba, saya mencoba memasukan nilai klasifikasi lereng arsyad, 1972. Trimakasih,.. dimohon sekali pencerahannya. MATURNUWUN

    • GISTutorial.NET

      Pak Andiamo, maksud angka 40 – 5000 adalah untuk 40% Up. Angka 5000 sengaja diisi sebagai nilai besar yang mungkin tidak akan lebih besar dari nila lereng terbesar yang ada di data. Angka maksimal nilai kelerengan sebenarnya juga bisa kelihatan di kelas default, misal 102, maka kita bisa juga mengisi angka 40 – 102.

  • irfan

    wah menarik, terima kasih tutornya
    cuma saya pengen tanya, kenapa musti bikin TIN dulu kenapa ga langsung dari vektor ubah ke raster?

    • GISTutorial.NET

      Memang ini hanya salah satu cara. Banyak software/tool yang konversi langsung dari vektor kontur ke raster. Tetapi kita tidak tahu step-step yang dibuat oleh tool tersebut karena proses/hasil antara (seperti pembuatan TIN) tidak dimunculkan. Sebagai ‘pembelajaran’, alangkah baiknya kita mengetahui bahwa perlu dibuat TIN sebelum menjadi raster. TIN di sini adalah representasi interpolasi nilai ketinggian antar garis kontur yg digunakan untuk memprediksi nilai ketinggian titik-titik yang tidak berada pada garis kontur. Jadi titik beratnya di sini adalah TIN tampilan dari interpolasi. Teknik geostatistik yg lebih advance mungkin akan menghasilkan “TIN” yang berbeda dengan yg standar. Proses yang serba otomatis membuat tugas menjadi simple tapi tidak mengembangkan pemahaman.

  • Merli

    wah..akhirnya ada tutorialnya..saya sudah mencoba dan berhasil.
    terimakasih ya GISTUTORIAL.NET :)

  • paniki

    Ha… Ha… Ha… Pantesan, karena napsu, saya proses sekaligus satu provinsi (dan menghasilkan seratusan ribu polygon).
    Tutor ini, pertama saya coba di sistem koordinat geografi, dan menghasilkan polygon yang “morak marik”. Ternyata setelah dicoba di sistem koordinat proyeksi, hasilnya bagus. Mirip peta kelerengan terbitan dephut.
    Tks anyway :)

  • paniki

    Saya udah praktek tutor ini di AV3.x (dengan penyesuaian seperlunya). Berhasil sih. Cuman komputer saya sempat “ongkek” beberapa kali (saya pake HP Pavilion a6438d dengan konfigurasi default – kecuali ukuran swap file yang saya ubah ke 4x RAM).
    Mohon saran Mas Admin, tks. :)

    • GISTutorial.NET

      Penyakit ArcView, berdasarkan pengalaman saya, jangan dicolek saat sedang mumet. Jadi saat masih belum ada tanda-tanda kehidupan biarkan saja jangan di klik (untuk mengaktifkan jendela ArcView). Pernah pakai di komputer dengan core 4 buah juga sama ArcViwe error kalau dicolek-colek. Minimalkan multi-tasking saat running ArcView dengan beban berat.
      Tips lain: Clip dulu untuk area yang kecil, jangan se pulauan.