Backup Database RS/GIS Dengan Bijak

Desember 23rd, 2009

Sudah menjadi hal yang biasa bagi praktisi RS/GIS memiliki database dengan ukuran raksasa. Terlebih jika sudah berhubungan dengan raster/images atau file vektor hasil turunan/konversi dari data raster, akan banyak sekali file-file gemuk di dalam harddisk. Di sisi lain, data-data rs/gis biasanya hanya memiliki dua tipe kategori: (1) data penting, dan (2) data penting banget. Tidak pernah ada data yang dihapus.  Di sini lah  ‘backup’ sangat diperlukan.

Selain itu, praktisi RS/GIS sering berpindah-pindah kerja. Misalnya di kantor menggunakan PC ‘hebat’ konek database ke server, pulang ke rumah masih lembur menggunakan laptop Core2 Duo paling tidak. Di sini akan muncul permasalahan koneksi ke database.

Desain database rsgis yang sederhana mungkin hanya pengaturan folder yang rapi dengan sistem penamaan yang konsisten. Ada juga yang menggunakan format-format database seperti geodatabase ESRI, ArcSDE, Oracle, dsb. Apa pun desainnya, secara fisik di dalam partisi hard disk, database tersebut akan berupa file dan folder, yang serperti saya singgung sebelumnya, ukurannya tentu besar. Bagaimana saat akan memindah project GIS dari PC ke Notebook (misalnya) sedangkan data rujukan ada di PC tersebut atau di server?

Memilih file-file yang diperlukan ‘atu-’atu tentu bukan pilihan tepat. Backup dengan sistem portable project (misal ArcGIS dengan Publisher, ArcView dengan Project File Organizer) juga bukan pilihan bijak, karena esok hari project akan kembali diteruskan di PC di kantor, tidak selamanya di laptop. Copy-paste folder project dan folder database akan memakan waktu lama, karena MS Window hanya mengenal dua mode pengopyan: Replace All dan Stop Copy. Kedua mode tersebut tidak menguntungkan. Replace All bisa memakan waktu sejam atau dua jam, sedangkan Stop Copy (Cancel)  berarti kita tidak bisa membackup database (dan project).

Di sini saya cuma mau share apa yang saya lakukan untuk mengatasi masalah database ini. Sebagai ilustrasi, saya membuat tiga folder utama di PC-Server, yaitu

  • /source; berisi data ‘as it is’ alias apa adanya. Jika ada teman bawa HD External (seperti Saykoji) mau setor data langsung saya copy ke folder ini. Tidak pernah ada data yang dihapus. Ukuran folder ini sekarang adalah 354 GB. Folder ini untuk kategori penting.
  • /data; berisi semua database spasial dan ‘aksesorisnya’. Saya menggunakan dua tipe database yaitu berupa susunan folder yang rapi dan geodatabase. Ada juga file-file untuk kepentingan display dan proyeksi. Ukuran folder ini sekarang ini adalah 114 GB. Folder ini untuk kategori penting banget karena sering diakses.
  • /carto; berisi file project, hasil analisa, dsb. Jika project sudah selesai dan ada data baru atau turunan maka akan disalin ke folder Data. Ukuran folder ini sekarang adalah 131 GB.

Karena ingin membuat backup dan agar pekerjaan saya bisa dilakukan di PC-Server ataupun di laptop, saya membackup folder /data dan /carto di PC-Server dan laptop. Jadi, setelah selesai bekerja di kantor, saya backup folder /data dan /carto ke laptop. Malam di rumah iseng-iseng kerja kalau sempat. Ada file-file yang diubah karenanya. Besoknya di kantor saya backup kembali dari laptop ke PC-Server agar apa yang saya ubah di laptop bisa sama persis dengan di PC.

Untuk melakukan semua ini saya menggunakan SYNCRHONIZE. Copy-Paste sangat tidak saya sarankan dalam hal ini karena akan memakan waktu lama yang dikarenakan tidak secara smart memilih file mana saja yang direplace. Dulu saya menggunakan Synchronize default bawaan File Explorer. Sekarang saya menggunakan FastCopy. Alternatif lain FileSync, DirSync Pro, atau menggunakan yang lebih rumit seperti ghost.

Apa pun software/toolnya, yang penting saran saya gunakan Synchronize untuk backup data dan proyek rs/gis. Dengan backup tersebut, selain pekerjaan kita lebih mobile, kita juga bisa memiliki backup dari data dan pekerjaan RS/GIS. Bayangkan lah sesuatu kemungkinan terburuk menimpa PC-Server atau laptop (salah satu saja), maka kita masih punya backup yang harganya akan lebih mahal daripada laptop atau PC-Server itu sendiri.

Share :
  • Facebook
  • Technorati
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • del.icio.us
  • Live
  • PDF
  • Digg
  • Yahoo! Buzz
  • email

Related posts:

    Toko Permata Kalimantan Online Toko Permata Kalimantan Online
  1. Membuat ArcView 3.x Portable dengan Thinstall
  2. Membuat Multi Layout / Map Series dengan MapBook
  3. Membuat Project ArcView 3.x (apr) Portable
  4. Membuat Peta Lebih Mudah Dengan Drafting Tools for ArcGIS 9.3

Kategori: Data

Tag:, , , , , Tinggalkan komentar

Umpan Komentar& Komentar

  1. arwan

    ada tutorialnya gak utk penggunaannya? untuk sementara ini database spasial dan projectnya yg sy miliki sebesar 30 GB itupun semrawutan. tolong dikirim via email yah,,,thanks

  2. GISTutorial.NET

    Pak Arwan, maaf sementara tutorialnya belum kami buat. Sekiranya Bapak sudah mencoba dan bisa berbagi tutorial penggunaannya di sini, kami persilakan.

  3. anto

    OM Admin….
    NO HP GANTI YAAAAA????
    NO HP YANG BARU BRP?
    PUNYA CITRA IKONOS/QUICKBIERD DAERAH PAGATAN BATULICIN GAK OM????
    TXS

    Admin>
    Saya tidak ganti No HP, tapi memang kemarin2 sedang di lapangan sehingga HP saya tinggal. Untuk daerah ybs saya belum punya Mas

Tinggalkan komentar

Feed

http://www.gistutorial.net / Backup Database RS/GIS Dengan Bijak